Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, February 2, 2015

Gurat Tradisi dan Kearifan Lokal Suku Kajang

Sekitar awal tahun 2014, ada seorang kawan dari Makassar yang kebetulan singgah di Surabaya. Beliau adalah satu dosen di Perguruan Tinggi Makassar yang tengah menyelesaikan program pendidikan doktoralnya di salah satu Perguruan Tinggi di Malang. Saat itu beliau kebetulan baru turun dari pesawat di Bandara Internasional Juanda. 
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Malang, beliau singgah dulu di tempat kami. Karena hanya singgah sebentar, beliau merasa tidak perlu menginap di hotel. 
Sambil menunggu waktu untuk melanjutkan perjalanan ke Malang, saya menemani beliau berbincang basa-basi sebagai dua orang ibu rumah tangga. Obrolan mengenai anak-anak dengan segala keunikan dan tingkah lakunya mengisi percakapan kami, kemudian meluas ke arah aktivitas kami, dan kota asal kami. 
Obrolan kami cukup seru. Biasa, kalau dua orang wanita bertemu, pasti ada saja yang diobrolkan. Hingga akhirnya beliau menceritakan tentang keunikan salah satu suku di Kabupaten Bulukumba, yaitu suku Kajang. 
Patung Berupa Pasangan Laki-laki dan Perempuan di Kecamatan Kajang
Beliau menceritakan tentang bagaimana Suku Kajang Dalam yang tetap memegang teguh adat dan tradisi hingga saat ini. Beliau terlihat sangat antusias dalam menceritakan Suku Kajang kepada saya. Beliau bahkan menunjukkan kondisi Suku Kajang melalui foto dan video yang ada di laptopnya. Sambil membuka-buka file foto-foto dan video beliau selama berkunjung ke wisata adat Ammatoa, beliau banyak bercerita tentang kehidupan masyarakat Suku Kajang, terutama Suku Kajang Dalam, yaitu Suku Kajang yang masih benar-benar murni memegang adat dan tradisi ke'suku'annya. 

Beliau bercerita mengenai Suku Kajang terkait bagaimana kuatnya tingkat spiritualitas mereka, bagaimana Suku Kajang sangat menghargai alam, sehingga kelestarian alam di sana masih terjaga. 
Beliau juga menceritakan cara Suku Kajang melakukan pemilihan kepala adat, melayani tamu, dan aktivitas kehidupan sehari-hari yang masih sangat kental dengan adat dan tradisi nenek moyang. Pemeliharaan dan penjagaan tradisi yang memberi dampak sangat positif terhadap pelestarian alam tersebut menjadikan Suku Kajang menjadi obyek wisata adat di Kabupaten Bulukumba. 

Wisata adat Ammatoa yang bertujuan untuk mengenalkan pada masyarakat, bagaimana adat yang dijaga dan dipelihara tetap ada di bumi Indonesia dan memberikan efek positif bagi pelestarian lingkungan. Saya sangat tertarik dengan cerita beliau tentang Suku Kajang tersebut. Saya minta ijin untuk meng'copy' file foto dan video beliau saat berkunjung ke Suku Kajang Dalam. Hingga sekarang saya masih menyimpan foto-foto dan video beliau di laptop saya. 

Saat membuka twitter, di timeline terbaca oleh saya jika ada Lomba Blog Pegipegi yang bekerjasama dengan Blogdetik dengan tema 'Ecotourism', wisata berwawasan lingkungan. Saya jadi teringat dengan Wisata Adat Ammatoa, wisata adat Suku Kajang, yang pernah diceritakan oleh kawan saya tersebut. Saya pun mulai membuka-buka file foto-foto dan video tentang Suku Kajang di laptop saya, dan mengingat kembali apa yang pernah diceritakan beliau kepada saya. 
Saat Akan Masuk Wisata Adat Ammatoa, Pengunjung Diharuskan Memakai Pakaian Hitam-hitam
Selamat Datang di Kawasan Adat Ammatoa
Rumah-rumah Panggung
Kaum Perempuan Suku Kajang
Mengunjungi kawasan adat akan menjadi sangat menyenangkan, menyeruak hutan-hutan perawan yang jinak oleh adat dengan pepohonan yang tetap tumbuh lebat. Dengan demikian perjalanan wisata #BukanSekedarTraveling, karena akan ada banyak pelajaran dan hikmah yang diperoleh dari perjalanan tersebut. Ya, dengan harapan kearifan lokal Suku Kajang dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam pengelolaan wisata di Nusantara.

Beberapa cerita teman saya terkait kearifan lokal di Suku Kajang yang masih sedikit tersimpan dalam ingatan saya dan ingin saya lihat dengan mata kepala sendiri di sana di antaranya adalah:

Pelaksanaan upacara adat yang ramah lingkungan
Ketika ada upacara adat yang mengharuskan makan besar, maka ketua adat tidak memperbolehkan masyarakat untuk berburu binatang ke hutan, tetapi dengan ritual tertentu, maka binatang-binatang hutan itu sendiri yang akan keluar dari hutan. Mendengar cerita tersebut memang terkesan sangat mustahil. Namun begitulah kenyataannya, ketika manusia begitu dekat dengan alam dan menghargainya, maka alam akan memenuhi kebutuhan manusia dengan sendirinya.

Menyiapkan dan Memasak Hidangan untuk Tamu di Dekat Pintu Di Teras Rumah
Tujuannya memang untuk menghormati tamu dan menunjukkan secara terbuka pada tamu, bahwa yang dihidangkan adalah makanan dan minuman yang dimasak dengan cara yang baik dan bersih.

Alam yang Memilih Ketua Adat 
Pemilihan ketua adat yang aman dan terkendali tanpa harus terjadi bentrok dan konflik antarkandidat dan antarpendukung. Mengapa? Karena alam yang akan memilih. Menurut teman saya, pemilihan ketua adat dilakukan dengan melakukan pemantikan api (membakar sesuatu). Setelah itu ditunggu arah asap menuju ke mana. Asap api inilah yang menentukan siapa ketua adat terpilih, yaitu calon ketua adat yang diituju oleh arah asap.

Pastinya masih banyak kearifan lokal yang dapat dipelajari dan dinikmati selama perjalanan wisata adat ini.
Menyambut Hari .....
Pantai di Senja Hari
Menikmati Kuliner Khas di Kajang

Rasanya satu hari berkunjung ke sana tidak akan cukup waktu. Jadi, jika berniat ke sana, maka harus menginap di hotel untuk satu atau dua malam. Apalagi perjalanan di Pantai dan pasar ikannya yang pasti akan menggiurkan sekaligus wisata kulinernya .....
So, siap-siap saja mulai sekarang berburu tiket pesawat murah. 
Ayuuk, siapa mau ikuuut ....
Foto dan Video: Ibu Ulan
Bulukumba, Sulawesi Selatan




Saturday, January 31, 2015

Prambanan Temple and The Legend of Roro Jonggrang

Prambanan Temle is located at Subdistrict Prambanan, Sleman. It's about 17 kilometers from Yogyakarta. Prambanan temple is the largest Hindu Temple that is about 47 meters height and was built at IX century, exactly at Sanjaya Dynasty era, that was King Wamea. 





It's also the beautiful temple due to its slim and height. It seems as the beautiful and elegant girls. There is legend about this beautiful princess that related to Prambanan Temple, that is Roro Jonggrang Legend and Raden Bandung Bondowoso. This legend tells about the Raden Bandung Bondowoso's propose to Roro Jonggrang, but Roro Jonggrang rejected him, because Raden Bandung Bondowoso was the son of King Damar Moyo who had killed her father, King Boko. 
To reject Raden Bondowoso's propose, Roro Jonggrang asked him to build one hundred statues in one night. Yet, because of Roro Jonggrang's efforts to fail Raden's work, Raden Bandung Bondowoso could not finish his work. It was still 999 statues that could be finished. Therefore, Raden could not marry the princess. 
Due to his anger, Raden cursed the princess as the statue too, in order that he could complete the amount of statues to be 1000 statues.
Until now, some people still believe that if there are a couple who making a date in this complex of Prambanan Temple, then they will be broken or separated. 



All Pics taken by Ahmad (Nur Muhammad), 
September, 19, 2014



Sunday, January 25, 2015

Walking in the Tea Garden, Harmoni Tradisi di Kebun Teh Semugih

Siapapun pasti tahu bahwa kebun teh pasti memberikan kesejukan dan nuansa harmoni pedesaan. Tidak heran, dalam peringatan hari ulang tahun Kabupaten Pemalang yang ke 440 pada 18 Januari 2015, diwarnai juga dengan adanya prosesi Walking in the Tea Garden bersama Bapak Bupati Kabupaten Pemalang. 
Walking in the Tea Garden merupakan sebuah prosesi jalan sehat di areal kebun teh yang berada di salah satu sudut Kabupaten Pemalang. Tepatnya di Kebun Teh Semugih yang terletak di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga. 
Menyusur Kebun Teh Semugih (Sumber: kabarpemalang.com)
Bapak Bupati Pemalang - lebih dekat dengan pemetik teh (sumber: PTPN IX)
Tari Sintren (Sumber: PTPN IX)
Dalam prosesi tersebut, tidak hanya Bapak Bupati yang hadir, tetapi juga Ibu Bupati dan perangkat pemerintah, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan perangkat desa, serta para pejabat dan karyawan PTPN IX. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Bupati dan peserta Walking in the Tea Garden bisa mengenal lebih dekat dengan para pemetik teh. Walking in the Tea Garden juga menjadi ajang untuk pelestarian budaya. 

Setelah menyusur kebun teh dan menikmati hamparan kesejukan kebun teh yang menghijau segar, ada hiburan tari sintren di lapangan Kantor PTPN IX. Tari sintren tersebut sudah dikombinasi menjadi pertunjukan yang disebut dengan tarian Silakupang (tarian sintren, lais (penari sintren pria), dan kuda kepang). Tidak lupa, Bapak Bupati menyempatkan diri untuk ngibing dengan penari. 
Nasi Grombyang (Sumber: palingindonesia)
Dan, pastinya, sajian kuliner tradisional berupa bodin bakar (ketela bakar), tahu campur, nasi gombyang, jagung bakar, dan minuman teh begug (teh tanpa gula yang diseruput dengan mengunyah gula merah/gula jawa) juga turut menyemarakkan acara Walking in the Tea Garden tersebut. 

Sekilas tentang Kebun Teh Semugih 

Hamparan Hijau dalam Harmoni Kebuh Teh Semugih (Sumber: kabarpemalang.com)
Kebun Teh Semugih merupakan perkebunan teh yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX. Menempati area sekitar 400 hektar, Kebuh Teh Semugih, menampilkan hamparan kesejukan dan harmoni hijau segar. Kebun Teh Semugih tidak hanya menawarkan hamparan hijau kebun teh dengan senyum dan semangat hidup para ibu pemetik teh. Sehingga pengunjung dapat mengetahui cara pemetikan teh dan budidaya teh secara langsung di kebun.
Kebuh Teh Semugih juga menghadirkan pabrik teh yang mengolah teh hasil kebun. Hasil produksi teh tersebut selanjutnya didistribusikan ke di wilayah domestik, dan bahkan mayoritas ditujukan untuk pasar internasional semacam Rusia, Amerika, Pakistan, dan Inggris. 
Teh Serbuk Semugih (Sumber: PTPN IX)
Hanya itu saja? Tentu saja tidak. 
Kebun Teh Semugih juga dapat dijadikan sebagai wisata edukasi atau darmawisata. Berwisata sambil belajar dan melibatkan aktivitas pembelajaran. Bahkan di sini juga ada Pondok Wisata Simadu, sebuah unit kebun teh yang dikelola sebagai tempat praktik para siswa SMK Pariwisata Liberty Pemalang.
Pula, Kebun Teh Semugih juga menyediakan ragam sarana outbond seperti flying fox dan jembatan gantung. Pula ada penginapan (mess) yang dilengkapi dengan lapangan volly, tenis, sepak bola, dan juga aula. 
Fasilitas di Kebuh Teh Semugih (Sumber: PTPN IX)
Menikmati Permainan di Tengah Kesejukan Kebuh Teh Semugih (Sumber: PTPN IX)
Jadi, akan sangat menyenangkan untuk memanjakan diri dengan berlibur ke Agrowisata Kebun Teh Semugih. Apalagi, di sekitar desa Banyumudal sendiri juga masih ada tempat wisata yang bisa dinikmati. Seperti pemandian di sekitar Sungai Ganggrang yang menyimpan legenda terjadinya desa Banyumudal, yang dilengkapi dengan pesona alam di kawasan telaga Cempaka Wulung yang bening penuh nuansa harmoni.
Bagi yang dari luar kota, tidak perlu khawatir, karena di Pemalang terdapat penginapan dan hotel yang siap melayani kebutuhan akomodasi wisata para pengunjung. Sebut saja Hotel Segoro, yang menyediakan paket-paket layanan dengan harga terjangkau dan siap memandu pengunjung untuk menikmati pesona alam di Kabupaten Pemalang. 

Referensi:

Sunday, November 23, 2014

Borobudur Temple: The Miracle of Historical Theme

Borobudur temple is the famous temple in Indonesia, and even around the world. I ever visited it when I was graduated from Senior High School (Wow, it was about 22 0r 23 years ago hehehe ....). Just visiting as a ritual of graduation with all schoolmates. 

At that time, there was no gadget like now. So, we could not take much picture, because we had to save our film stocks. And, in this month (November 2014), my first son went there with her teachers and schoolmates. Actually, the purpose of his visit to Yogyakarta was for Kunjungan Industri or Industrial Visits. But, due to in Yogyakarta, so they also visit any tourism places, such as Borobudur Temple, Prambanan Temple aka Roro Jonggrang, etc, and ... Malioboro of course. 
Buddhist Statue, Borobudur Temple
By the way, related to Borobudur temple, it ever been the seven of the miracle of world. Therefore, anybody who visits Yogyakarta, it has been a MUST to visit Borobudur Temple, the bigger Buddhist Temple in Indonesia. Here is the picture that was taken by my son there. Sometime, you must visit there again and again. Because, there are many historical and philosophical theme there that can be learned, instead of its architecture and aesthetics reliefs and buildings.

Borobudur Temple, Great Buildings as The Smart Creation, Amazing .....
Many Stupas Can be Found Here .... Gorgeous and Aesthetics Creation
Beautiful Scene that Can Be Taken From Here ....
All Pics. Taken by Nur Muhammad, 
Borobudur, Yogyakarta, 20 November 2014

Monday, October 27, 2014

Taman Safari 2 Prigen Pasuruan: One Day Is Not Enough


A Group of Zebra in Safari Park
 Taman Safari 2 or Safari Park 2 is located at Pasuruan, East Java. This park is the place where visitor can intimate more with animal. How it can be? Yes, here we can see many types of animal either carnifora or herbifora without cage. The animals lives freely as well as in the jungle. For the wild animal such as tiger, lion, or bear we must be careful and be warned not to open the car windows. Yet, for the animals such as deer, zebra, anoa, monkey, etc we can feed them along with our travelling. 
Some Deers Eat Carrot From Car Window
Animals Walk Through the Street. That's Why, We are Supposed to Close Car Window
Zebra Walk Through the Street ... They are Waiting for The Visitors Feed Them
For This One, We Must Close Our Car Windows Hemmmm .....
Here It Is .... There Are Some Warning To Close The Car Windows .....
What kind of food that can be given to them? Mostly, we can feed them carrots that can be bought at the location. Along the road before we reach this location, there are many people who sell carrots. The price is only IDR 10K for eight pieces of carrots.
Beside that, there are also recreation zone. In this zona, we can enjoy the animals and playground for kids such as boom boom boat, bumper car, flying elephant, train, mystery zone, dolphin bay, etc. Instead of that, there are also many games for teen and kids. Pumpkin hunting is one types of game for teen because it was Helloween Sesson. Make an ornamental on pumpkin also one. Of the game for teens. While for kids, there are puzzle and coloring games. 
Boom Boom Boat ....
This IS The Sign That Must be Wear as a Bracelet ..... And Shown to The Staff
For one day, it is too short to explore this place. I think it needs more than one day to enjoy this place fully. 
Overall, this Taman Safari 2 can be the edutainment place. It can be the place for kids and teens to explore their potention and knowledge broader. Got nearest to the environment, flora and fauna. Yet, for next improvement, actually this place still can be explore more and more exciting. And I just remember Genting Highland in Malaysia. 
Yes, I think this location can be explore and improve like Genting Highland. Where the forest scene and situation still strictly can be felt along with the modern facility equipped more.

Pics Taken by @mom_of_five, October 26, 2014 at Taman Safari 2 Pasuruan

Wednesday, August 27, 2014

Happy Independence Day for Indonesia 17th August 2014 (Photos)






Several photos above is photos from the anniversary of Indonesian independence day in Gresik. Photos taken by Abiyanto.

And, the following picture is Genderuwo, the creature that commonly is known with his hobbies in kidnapping children who like to go around forest or farm. This creature is always shown in the event of independence day that make children got scare. And, this Genderuwo usually will tease children that are watching the parade or carnival of Independence day.

Actually, this creature is a person that wears gunny or burlap sacks, mask, and brings big sword that is made from wood.
This is the unique way in expression Independence Day in Tebluru Village, Solokuro Lamongan. Photos taken by Humaidi
This one is the expression of independence from Keduyung Village, Laren, Lamongan. Photos taken from Sucipto.
Above picture illustrates terrorist, but he brings thermos to make slang the word terrorist become thermorist :)

Friday, August 22, 2014

Culture and Tourism Week 2014: The Colorful of Kediri

Kediri town had completed the Culture and Tourism Week that were held on 10-17 August 2014. This event is aimed to promote the tourism potential of Kediri and encourage Kediri as the Business Center District, by increasing the creative economic product. This event was supported by several participants that were not only from Kediri, but also from Blitar, Bantul – DI. Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Probolinggo, Ngawi, Sampang, Pamekasan, Bojonegoro, Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Jombang, Nganjuk. 

This event was designed in several cavalcade and fair, such as Cultural Cavalcade and Ornamental Car Parade in the grand opening 10 August, 2014; Exhibition of Tourism and Creative Economy, as well as SMEs; and Arts and Entertainment Exhibition and games. This event was taken place in Simpang Lima Gumul Kediri.

Here are some photos that are taken by Niko Setiawan and friends from PT Karunia Mandiri Consultants Surabaya when visiting this Fair on 17 August, 2014. Thanks Niko :)

The Location of Cultural Fair and Tourism 2014 at Kediri

Japaplokan Become the Icon in This Fair and Exhibition: Welcoming The Visitors
Blitz... Blitz ... Blitz ....


Take Action: Here is Mr Niko Setiawan
SMEs Center: Here We can Find Many Creative Economic Product By SMEs in Kediri
One Stand of Participants from District TulungAgung
Stand of Kampung Bahasa: English Village of Pare, Kediri
Hmmm, Cincau Ice: Fresh and Sweety
Many Kind of Craft
Creative Economic Product: Barbie Palace
Barbie Palace

Various and Colorful Brosses
Songkets's Area
One Stand of Participants from District Blitar
Paintings
Creative Product by Youth Community
Hmmm .... Traditional Culinary: Pecel Mbok Sonah
Creative Culinary: So Cute and Funny

Coffee Putri Wilis: Original Coffee from Kediri
 
Safety Riding Campaign by Police Corp
Economic Creative: Any Apparel and Accessories Could be Found Here

Participants' Stands: Just Go Around There
Food Security Campaign

.comment-content a {display: none;}